Tentang Aan

Seorang lelaki yang mengaku tampan (yaiyalah, masa ngaku cantik) yang lahir di Boyolali tepat pada hari ulang tahun Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno yang ke-85. Lahir dari keluarga sederhana pasangan Bapak Jarmaji dan Ibu Darmini. Sang ayah adalah seorang petani biasa, sementara ibunya berprofesi sebagai seorang penjahit.

Terlahir dengan nama akte Aan Nugroho ini, kini menjadi kakak dari 3 orang adik yang kesemuanya perempuan. Adik pertama lahir kembar, meski nggak mirip-mirip amat. Iya, secara Amat kan cowok, agak aneh aja kalau adiknya yang semua cewek mirip sama si Amat (ngaco). Mereka lahir ketika ia menginjak usia 5 tahun. Lalu adiknya yang bontot selisih 7 tahun dari adik yang ke-2.

Ia menamatkan sekolahnya yang pertama, TK Menur 2 pada tahun 1994. Ia sekolah di taman kanak-kanak cukup setahun saja. Bukan akselerasi lho, tapi TK jaman dulu memang hanya 1 tahun. Lulus dari SD Sruni 1 pada tahun 2000. Lalu melanjutkan ke SMP 1 Boyolali, tamat tahun 2003. Lalu 2006 menjadi tahun terakhirnya mendapatkan pendidikan formal di SMA 1 Boyolali. Ya, dia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Disebabkan oleh satu hal yang tidak bisa disebutkan, yaitu karena alasan keterbatasan biaya.

Selulus sekolah ia merantau ke Jakarta. Pekerjaan pertama yang didapatkan di ibukota adalah sebagai tukang bersih-bersih di sebuah restoran hotel. Beberapa bulan kemudia ia diangkat menjadi pelayan oleh managernya. Setahun sesudahnya ia dialihkan ke barista. Itu tuh , tukang meracik minum-minuman seperti kopi, jus, cocktail, dan mocktail. Ia bekerja di situ selama 2 tahun. Selanjutnya dimulailah petualanganya mengarungi ganasnya kota metropolitan. Menggeluti berbagai profesi. Ia juga pernah jadi buruh pabrik tabung gas LPG yang sering meledak itu, di Tangerang. Ia bercita cita menjadi pengusaha kuliner seperti Rangga Umara, Cak Eko, dan Mas Mono. Amin…