BANYAK fakta mencengangkan tentang
bahaya rokok. Tak satupun pemakai atau
penghirupnya yang mendapat keuntungan
dari rokok. Nah, sudah saatnya Anda berhenti
merokok. Sebab, berhenti merokok membuat
hidup Anda jauh lebih sehat dan nyaman.
Sebelum mempertimbangkan untuk berhenti
merokok, ada baiknya Anda mengetahui zat-
zat beracun dalam sebatang rokok, seperti
berikut:
- Hidrogen sianida
Gas ini tak berwarna, tak berbau, dan tak
berasa. Gas ini ringan dan mudah terbakar.
Sehingga racunnya dapat merusak saluran
pernapasan yang berujung pada kematian.
- Arsenik
Logam ini digunakan untuk mengeraskan
logam lain pada suatu industri. Dulu, raja
Persia menggunakan arsenik untuk meracuni
musuh-musuhnya. Racun itu ampuh karena
sulit dideteksi.
- Tar
Kumpulan bahan kimia berupa sejenis cairan
kental berwarna coklat tua atau hitam ini
bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).
Kumpulan tar digunakan untuk mengaspal
jalan raya. Saat merokok, tar akan masuk ke
rongga mulut dan mengendap di gigi, saluran
pernapasan, dan paru-paru.
- Asam Asetat
Sebuah senyawa kimia asam organik yang
biasa digunakan sebagai bahan baku industri
makanan, tekstil, petrokimia dan lainnya.
Anda biasa mendengar bahan kimia ini
sebagai bahan pembersih lantai yang dapat
menghilangkan karat pada besi.
- Amonia
Baunya khas dan tajam sehingga mudah
dikenali bila tercium. Amonia sering
digunakan pada pembersih toilet maupun
pupuk urea. Tak mengherankan bila amonia
dapat merusak paru-paru karena dapat
diserap dengan mudah.
- Metanol
Sebagai sebuah senyawa kimia, metanol
merupakan bentuk alkohol paling sederhana.
Cairan ini mudah menguap dan terbakar.
Metanol banyak digunakan pada bahan bakar
terutama roket. Senyawa ini bersifat korosif
yang mampu merusak logam seperti
aluminium.
- Karbon Monoksida
Nama ilmiahnya CO, tak berwarna, dan
berbau. Gas ini merupakan buangan hasil
pembakaran mesin dan asap rokok dari
unsur zat arang dan karbon. CO menjadi
racun dengan mengikat hemoglobin sel darah
merah sehingga menghambat pererdaran
oksigen. Akibatnya, pembuluh darah
menyempit dan organ tubuh menjadi rusak.
- Nikotin
Senyawa alkaloid ini mengandung bahan
dasar atom nitrogen. Nikotin pada tembakau
berfungsi mengusir serangga atau insektisida
alami. Nikotin membuat perokok menjadi
ketagihan. Bila tak merokok, perokok akan
merasa cemas. Tekanan jantung dan darah
jadi naik.
WHO memperkirakan kematian akibat rokok
di seluruh dunia mencapai 10 juta orang per
tahun. D Indonesia, pengeluaran rakyat untuk
merokok bisa Rp20 triliun per tahun. Padahal,
tiap batang rokok mengandung lebih dari
4.000 bahan kimia berbahaya. Namun,
perokok seolah tak memedulikan bahaya
bahan-bahan kimia tersebut.
Perokok tak sadar bahwa kebiasaan itu dapat
mengakibatkan:
- Jantung
- Paru-paru
- Ginjal
- Leher rahim
- Darah
- Kulit
- Gigi dan gusi
Nah, bila Anda berhenti merokok tentunya
tubuh menjadi lebih sehat dan nyaman.
Apabila Anda berhenti merokok, maka apa
keuntungan yang Anda dapatkan:
- Anda berhenti merokok 20 menit, tekanan
darah dan laju nadi kembali normal.
- Anda berhenti merokok 8 jam, kadar nikotin
dan karbon monoksida berkurang setengah
dan kadar oksigen kembali normal.
- Anda berhenti merokok 24 jam, kadar
karbon monoksida hilang dari tubuh. Lendir
dan kotoran akibat rokok lainnya perlahan
berkurang di paru-paru.
- Anda berhenti merokok 48 jam, tubuh
membersihkan diri dari nikotin dan
kemampuan indera perasa serta penciuman
meningkat.
- Anda berhenti merokok 72 jam, tabung
bronkial di paru-paru rileks dan meningkatkan
kadar energi, bernafas jadi lebih mudah.
- Anda berhenti merokok 2 hingga 12 pekan,
sirkulasi darah membaik.
- Anda berhenti merokok 3 hingga 9 bulan,
fungsi paru-paru meningkat 10 persen
sehingga masalah pernapasan berkurang.
- Anda berhenti merokok 5 tahun, risiko
serangan jantung turun 50 persen dibanding
perokok aktif.
- Anda berhenti merokok 10 tahun, risiko
kanker paru-paru berkurang 50 persen dari
perokok aktif (menjadi sama dengan non-
perokok).
Sumber : metrotvnews.com
No comments:
Post a Comment